Jumat, 03 Mei 2013

Social Networking


Social Networking

Social network sepertinya telah menjadi fenomena global. Facebook, Friendster, MySpace, Youtube dan lainya menjadi topik hangat di berbagai media di seluruh dunia selama dua tahun terakhir ini. Bahkan majalah Times memilih YOU (pengguna social media) sebagai Person of the Year tahun 2006. Namun, benarkah social media sudah mendunia dan menjadi aktivitas global? Untuk mengetahui hal tersebut lembaga riset Synovate melakukan riset di 17 negara, termasuk Indonesia, dengan 13 ribu responden usia 18-65 tahun. Hasilnya mengejutkan.
1.    Pertama, masih banyak yang tidak tahu apa itu social media.
Synovate melakukan riset dengan pertanyaan pertama yang yang sederhana namun amat mendasar: “Do you know what online social networking is?” Hasilnya tidak seperti yang dibayangkan banyak orang.  Ternyata hanya 42 persen yang tahu social networking. Sebagian besar lainnya, yang 58 persen masih gelap soal mahluk bernama social media. Synnovate mengakui, hasil itu karena rentang usia responden sangat luas. Akan beda hasilnya jika respondennya hanya kawula muda. Meski demikian, ada tiga negara yang sebagian besar warganya paham social networking. Yakni Belanda (89 persen), Jepang(71 persen) dan Amerika Serikat ( 70 persen).
2.  Kedua, meski banyak lahir di Amerika Serikat, online social networking tidaklah US-centric.
Synovate kemudian melakukan studi lebih dalam untuk mengetahui siapa yang menjadi member online social media. Secara keseluruhan, 26 persen responden menyatakan sebagai pengguna social media. Namun prosentase terbesar bukan dari AS, negara yang melahirkan banyak situs social networking. Yang tertinggi, lagi-lagi, dari Belanda (49 persen). Kemudian disusul oleh Uni Emirat Arab (46 persen), Kanada (44 persen), baru kemudian AS (40 persen). Namun dari segi jumlah, tetap saja AS terbesar karena 40% dari jumlah penduduk yang amat besar.
3.    Ketiga, satu orang bisa punya banyak situs online social networking.
Pertanyaan berikutnya yang dilempar Synovate adalah situs social networking apa yang dipunyai responden. Jawabannya beragam. Ada yang menyebut satu atau dua. Ada pula yang memiliki banyak. Nah, Uni Emirat Arab, India, Indonesia dan Bulgaria adalah negara-negara yang warganya membuka banyak account di situs social media. Meski saya bukan responden, saya termasuk yang membuka account di lebih dari 10 social networking. Sebagian besar yang saya kenal di Internet pun memiliki lebih dari tiga situs social networking.

Kebaikan dari social networking adalah :
-      Dapat menjalin pertemanan dengan orang lain baik dari dalam negeri maupun luar negeri
-      Dapat berkomunikasi dengan teman, saudara ataupun pacar dalam jarak jauh
-    Dapat bertemu kembali dengan orang-orang yang mungkin sudah lama terpisah karena pindah rumah ataupun melanjutkan pendidikan diluar kota
-       Dapat bertemu dengan jodohnya
-       Dapat mengetahui keadaan orang lain melalui status yang ditulisnya
-       Dapat mengupload foto sebagai ekspresi / profil diri sendiri
-       Sebagai sumber informasi
-       Sebagai dunia bisnis melalui sistem online
-       Sebagai penyampai pesan
-       Sebagai penyampai informasi
-     Sebagai sumber penghasilan
-     Dapat dijadikan sebagai motivasi seseorang untuk belajar menggunakan teknologi canggih
-   Dapat dijadikan sebagai penyalur keterampilan seseorang untuk berkreatifitas dan berekspresi sesuai dengan bakat dan kemampuannya
-    Membuat orang ingin menciptakan berbagai teknologi yang lebih canggih lagi

Keburukan dari social networking adalah :
-          Disalahgunakan untuk aksi penipuan
-          Disalahgunakan untuk aksi penculikan
-          Disalahgunakan untuk memalsukan (mengedit) foto atau gambar phorno
-          Disalahgunakan untuk membuat kaset bajakan
-          Membuat orang menjadi malas
-          Memunculkan berbagai persaingan terutama dalam dunia bisnis
-          Banyaknya berbagai merk baru yang bermunculan

14 komentar: